Em Ai Pi...

Sabtu, 31 Desember 2016

SEBUAH TEMPAT YANG BERNAMA KEMATANGAN



Ke mana buku-buku yang sudah kubaca di tahun ini membawaku pergi? Bagiku, pertanyaan ini sangat menarik. Sebab, hati kecil ini mengatakan secara sadar. Buku-buku itu telah membawaku ke sebuah tempat yang bermakna. Oleh karena itu, aku ingin bercerita melalui kesempatan ini. Bahwasanya, kedahsyatan buku benar-benar teruji. Banyak orang bisa terpengaruh lewat tulisan yang menggugah. Itulah yang terjadi padaku, sejak awal januari 2016 lalu.

Seingatku sejak awal januari 2016 lalu, hobi membacaku mulai merosot. Anime dan film-film Korea maupun Jepang lebih menarik minatku ketimbang buku. Berbeda sekali saat masih SMP, sebagian besar waktuku habis bersama buku, majalah dan koran. Istilahnya, otakku selalu lapar akan bacaan. Entah itu koran, novel yang bertema romansa dan religi, cerpen-cerpen tentang keseharian hidup dan opini ringan. Bahkan, kebiasaan itu masih bertahan hingga SMA. Diiringi dengan aktivitas sosialku yang bertambah seperti mengikuti OSIS dan ROHIS. Kondisinya malah berbalik saat aku menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, pikiranku lebih banyak dimanjakan dengan dunia fiksi. Bahkan menghabiskan satu novel dalam beberapa jam saja pun aku sanggup melakukannya. Itu yang terjadi saat membaca novel-novel romansa religi yang ditulis oleh Habiburrahman El-Shirazy, Asma Nadia dan Helvi Tiana Rosa, para penulis favoritku hingga sekarang.

Meskipun jumlah buku yang kubaca sudah merosot di tahun ini, kupikir bacaanku mulai meluas. Tidak melulu kisah roman atau novel dengan konten yang terlalu dramatis. Aku mulai hijrah menuju bacaan yang dekat dengan realitas. Jika sebelumnya sangat menikmati bacaan fiksi yang mempesona, di tahun ini hatiku mulai tergerak mencari jati diri sesungguhnya dengan membaca tulisan yang lebih sesuai dengan kebutuhan batin.

Saat aku mulai mengerti bagaimana dunia orang dewasa, melihat peta Indonesia yang begitu luas, membaca data statistik penduduk yang kian meningkat, pengangguran di mana-mana bahkan itu temanku sendiri dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, batinku pun berteriak. Bahwa tak mudah menghadapi detik-detik waktu tanpa kematangan mental. Semenjak itulah aku mulai berpikir apa yang harus dipersiapkan menjelang fase-fase hidup berikutnya. Satu di antaranya adalah fase pasca kampus.

Soal genre buku, pada tahun 2016 bacaanku memang lebih banyak mengarah ke tema motivasi hidup, pengembangan diri dan paradigma berpikir serta gagasan segar seputar bisnis dan kreativitas. Hal itu berkaitan dengan pilihan pekerjaan yang akan kuseriusi yaitu menulis fiksi dan bisnis yang linear dengan dunia literasi.

Seingatku, ada sekitar puluhan buku yang telah kubaca. Tidak ingat jelas apa saja judulnya. Lagipula, hanya ada dua buku yang tuntas dilahap yaitu Sembilan Mata Air Kecemerlangan karangan Annis Matta dan Deadline Your Life karangan Solikhin Abu Izzuddin. Selain itu, buku-buku yang mewarnai hidupku di tahun 2016 antara lain, Fish Eye karangan Handoko Hendroyono, Career Snippet, Your Job is not Your Career dan Passion without Creation is Nothing karangan Rene Suhardono. Itulah buku-buku yang lebih dekat dengan realitas. Persis maksud kalimatku sebelumnya. Tenang saja, aku akan menceritakan alasan di balik pemilihan buku itu satu per satu.

Buku yang paling menyentuh secara personal jatuh pada karangan Annis Matta. Judunyal Sembilan Mata Air Kecemerlangan. Buku ini telah menjawab pertanyaan tentang bagaimana aku harus membuat keputusan penting menjelang pasca kampus. Selain Pak Annis Matta yang memiliki selera diksi sastra tingkat tinggi tanpa mengabaikan level kesulitan dalam memahaminya, buku ini juga sangat cocok untuk orang sepertiku. Di saat keluarga dan kampus tidak mampu menolongku mencari pilihan pekerjaan yang sesuai, kata-kata Annis Matta justru membuatku berpikir untuk menelusuri potensi dan kekuatan diri.  Saat aku hidup di tengah pola pikir keluarga dan masyarakat yang tidak peduli soal bakat, buku itu menguatkan pilihanku untuk memilih jalan yang melawan arus.

Your Job is not Your Career dan Passion without Creation is Nothing karangan Rene Suhardono turut mendukung pilihan pentingku dalam berkarir. Buku yang ditulis oleh seorang penggiat passion ini mengatakan sesuatu yang luar biasa. Passion lahir dari peleburan bakat dan profesi yang bisa kita nikmati sepenuh hati. Ternyata, menulis fiksi adalah passionku. Hanya dengan menulis aku mampu menyadari bahwa itulah pekerjaan yang mampu kucintai. Hanya pekerjaan menulis yang mampu mendorongku berpikir keras untuk menghasilkan banyak karya secara optimal. Bukan profesi yang lain. Sekalipun latar belakang pendidikanku saat ini di jalur keguruan dan pendidikan Universitas Tanjungpura.

Selanjutnya, ada buku Fish Eye karangan Handoko Hendroyono yang begitu memahami kekuranganku selama ini. Buku ini mengajariku banyak hal tentang kreativitas dan inovasi. Dengan bahasa yang ringan, Mas Handoko menceritakan karakter masyarakat Indonesia yang dominan tidak mau berpikir dalam. Ya, jelas saja. Sebab, banyak di antara mereka yang tidak mencintai pekerjaannya dengan tulus. Terjebak dengan dorongan kebutuhan materi dan paksaan menerima kondisi apa adanya. Tanpa berani mengambil tindakan ekstrim dengan keluar dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion.

Terakhir, buku Deadline Your Life karangan Solikhin Abu Izzuddin. Sekalipun buku ini banyak membahas tentang urgensi mempersiapkan kematian, aku pikir buku-buku sebelumnya justru punya korelasi yang kuat dengan ini. Kematian yang bermakna bukan sekadar menyendiri dalam ibadah pokok. Tapi, mengisi peran dalam rentang usia yang Dia berikan juga poin penting menuju kematian yang baik.

Jadi, ke mana buku-buku yang sudah kubaca di tahun ini membawaku pergi? Buku-buku itu telah membawaku ke sebuah tempat yang bernama kematangan. Semuanya telah merefleksikan pencarian yang kutempuh. Pencarian jati diri sebagai seorang hamba, manusia dan mahasiswa tingkat akhir.

Rabu, 14 Desember 2016

SEBUAH KAMUS



Aku pernah kehilangan sebuah kamus bahasa Inggris. Buku setebal  4 cm dengan sampul plastik warna pink itu tidak pernah terlihat lagi sejak 6 tahun yang lalu. Padahal saat aku masih duduk di bangku SMA dulu, kamus itu sangat membantu di saat-saat genting. Misalnya, di saat pelajaran bahasa inggris, persiapan ujian sekolah dan nasional, bahkan saat ingin mengetahui makna lagu-lagu barat favoritku.
Kamus itu berasal dari pemberian kakakku yang sudah menjadi guru SMP di Sambas. Walaupun tidak mengajar bahasa inggris, tapi dia dapat berbicara dalam bahasa inggris dengan sangat lancar. Bagiku, itu hal yang sangat keren. Aku ingin sepertinya. Menjadi orang yang bisa menunjukkan kapasitas speaking yang hebat. Ya, ternyata berkat kamus itu, kakakku begitu handal bahkan dalam aspek writing.
Awalnya, aku memandang remeh kamus itu. Semua kertasnya juga sudah terlepas jika saja tidak dihubungkan dengan benang karung beras. Jenis kertasnya pun mirip kertas buram. Cover-nya juga terlihat kusam dan bergaris-garis akibat sering terlipat. Untung saja masih tersampul rapi. Jika diperhatikan, plastik sampulnya pun berasal dari bahan mantel tipis. Simpulannya, fisik kamus itu sangat tidak menarik.
Aku ingin membeli yang baru saja. Tapi, kakak melarangku. Dia bilang, kamus itu sangat bagus. Kalah saing dibanding kamus yang ada di pasaran. Hei, bagaimana bisa?
Ternyata, pemilik asli kamus itu adalah almarhum ayah. Saat masih hidup, ia berprofesi sebagai guru bahasa Inggris di SMP. Beliau membelinya di Jakarta. Pada tah
un 1991. Saat itu ada program pelatihan guru di sana.
Seketika, aku tercekat. Tidak menyangka betapa tuanya usia kamus itu. Saat ayah disebut-sebut, hatiku tiba-tiba rindu mendalam padanya secara otomatis. Kehilangannya di saat umur 7 tahun bukanlah hal yang mudah. Penopang hati, jiwa dan fisikku pergi di masa aku belum mampu mandiri.
Kakak pernah membuka setiap lembarannya di depanku. Demi menunjukkan kelebihan kamus tersebut. Benar saja. Kuperhatikan dengan seksama. Perbendaharaan katanya lebih lengkap dibanding kamus teman yang kupinjam. Bahkan koleksi idiomnya juga lebih banyak. Alhasil, dengan kamus itu aku mampu menerjemahkan naskah dongeng dengan baik. Pak guru memuji tugas yang kukerjakan. Hatiku menghangat. Rasanya kasih sayang ayah mengalir begitu saja. Sekalipun dia tiada di dunia nyata.
Sejak itu, aku berjanji akan menyukai bahasa inggris dan meraih nilai tinggi di ujian sekolah maupun nasional. Kerja kerasku tidak sia-sia. Impian itu telah menjadi kenyataan. Bahkan sampai sekarang, aku tergolong mampu berbicara dalam bahasa Inggris lancar.
Namun, kini kamus itu hilang tanpa jejak. Sedang berada di tangan siapa atau tergeletak di mana, aku tidak tahu sama sekali. Aku sedikit merutuk, bagaimana bisa aku melupakan barang sepenting itu? Rasanya, ada bagian dari diriku yang turut hilang. Berteriak ingin ditemukan.
Rasanya, aku kembali kehilangan ayah. Untuk kedua kalinya. Sebab, mengenangnya sama seperti mengenang segala sesuatu tentang dia. Kadang, sedih dan pilu mendominasi. 
Tapi, sisi hatiku yang lain telah menguatkan. Bahwasanya, kehilangan tidak boleh dibiarkan menggigit habis asa yang kumiliki. Aku harus menatap ke depan. Membaca prediksi apa yang akan terjadi di esok hari. Bukan terpasung oleh kesedihan di masa lalu. Bahwa aku harus tetap melanjutkan perjalanan hidup dengan bekal yang telah ayah titipkan. Lewat isi kamus yang hilang. 



Tulisan ini dibuat untuk memenuhi #tantangannulis #BlueValley bersama Jia Effendie.

#bluevalley
#tantangannulis 

Jumat, 28 Februari 2014

PPAN,JPI, dan KPN untuk Kota Pontianak

PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) TAHUN 2014 :
  1. Pertkaran Pemuda Indonesia – Malaysia (PPIM), 1 orang Putra;
  2. Pertukaran Pemuda Indonesia – Australia (PPIA), 1 orang Putra
  3. Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK), 1 orang Putra
  4. Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea Selatan (PPIKOR), 1 orang Putri
  5. Ship For South East Asia Youth Program (SSEAYP), 1 orang Putri.
PERSYARATAN :
  1. Warga Negara Indonesia (Photo Copy KTP);
  2. Memiliki akses yang kuat dalam bidang Pemberdayaan Pemuda;
  3. Terhitung mulai pelaksanaan program telah berusia :
    • Pertkaran Pemuda Indonesia – Malaysia (PPIM), Usia 23 s/d 27 tahun;
    • Pertukaran Pemuda Indonesia – Australia (PPIA), Usia 21 s/d 25 tahun;
    • Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK), Usia 20 s/d 24 tahun;
    • Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea Selatan (PPIKOR), Usia 18 s/d 24 tahun;
    • Ship For South East Asia Youth Program (SSEAYP), Usia 18 s/d 24 tahun.
  4. d. Sehat jasmani, tidak merokok, bebas narkoba dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter;
  5. e. Minimal Lulusan SLTA (Foto copy ijasah terakhir);
  6. f. Belum Menikah
  7. g. Aktif dan berminat dalam bidang pemberdayaan masyarakat (community empowerment);
  8. h. Belum pernah mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antar Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI;
  9. i. Belum pernah terlibat dalam tindakan criminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan (dibuktikan dengan SKCK)
  10. j. Mampu berkomunikasi dalam berbahasa inggris baik lisan maupun tulisan dengan skor kompetensi minimum memenuhi salah satu system tes sebagai mana berikut :
NO SISTEM TES SKOR MINIMUM
  1. Test Of English for Internasional Communication (TOEIC) = 600
  2. Test Of English as Foreign Language (TOEFL) = 500
  3. Internasional English Language Testing System (IELTS) = 6
  4. Cambridge Exam = Preliminary English Test (PET)

JAMBORE PEMUDA INDONESIA (JP), BHAKTI PEMUDA ANTAR PROPINSI TAHUN 2014 :
dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober s/d 2 November 2014 di D.I Yogyakarta, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) selama 25 (dua puluh lima) hari di Provinsi Sulawesi Utara, Lampung dan Nangroe Aceh Darussalam. Peserta JPI untuk utusan Kota Pontianak sebanyak 2 (dua) orang (1 orang Putra dan 1 orang Putri.
 

PERSYARATAN :
  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Usia 18 s/d 22 tahun (photo copy KTP);
  3. Peserta terdiri dari semua golongan, etnis dan agama;
  4. Menguasai salah satu keterampilan kemandirian dan seni budaya;
  5. Penyataan Tertulis/Izin dari Orang Tua diatas materai Rp. 6000;
  6. Surat Izin tertulis dari Sekolah atau Perguruan Tinggi;
  7. Surat Pernyataan untuk mematuhi peraturan dan tata tertib.

KAPAL PEMUDA NUSANTARA (KPN) TAHUN 2014 :
akan dilaksanakan apa tanggal 1 s/d 30 Juni 2014 (Jakarta-Raja Ampat, Papua Barat). Untuk peserta yang akan dikirim ke seleksi tingkat provinsi sebanyak 4 (empat) orang.
PERSYARATAN :

  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Usia 18 s/d 22 tahun (photo copy KTP);
  3. Tinggi dan berat badan minimal : Putri 155 cm dan 45 kg, Putra 160 dan 50 kg;
  4. Bisa berenang;
  5. Anggota/Pengurus Aktif Organisasi Kepemudaan dan Pramuka;
  6. Menguasai Seni dan Budaya Daerah masing-masing.
Untuk info lebih jelas datang ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, Jl. Zainuddin Gedung Sekretariat Terpadu Lantai III.

Source: FB Dispora Kota

Kamis, 30 Januari 2014

Aplikasi Gratis untuk Kreasi Pemuda Pontianak 7-9 Februari 2014


MIP Media Present......


Dalam rangka mempersiapkan kaderisasi di masing-masing program, kami dari alumni sejumlah program kemenpora bekerjasama dengan MIP Media akan Merealist Sebuah aplikasi yang memiliki 4 Program kemenpora yaitu:
1. Panduan Seleksi Pemuda Pelopor.
2. Panduan Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara.
3. Panduan Seleksi Bakti Pemuda Antar Provinsi.
4. Panduan Program Kesukarelawanan.

Aplikasi ini di design dengan aplikatif dan sangat informatif, sehingga memudah kan peserta seleksi dalam memahami berbagai persyaratan program kemenpora tersebut.....
Silahkan Datang di Stan MIP Community untuk mendapatkan aplikasi ini....
Pekan Kreasi Pemuda
7-9 Februari 2014
jam 9-21.00

Rabu, 25 Januari 2012

Multiple Intelligence

Oleh: Charlotte Priatna, SPd

Tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya!

Apakah Kecerdasan Itu?
  • Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap
  • Ia bagaikan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan
  • Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan; kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat (Howard Gardner)

Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

Multiple Intelligences

Melalui pengenalan akan Multiple Intelligences, kita dapat mempelajari kekuatan / kelemahan anak dan memberikan mereka peluang untuk belajar melalui kelebihan-kelebihannya.

Tujuan: anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dunia, bekerja dengan ketrampilan sendiri dan mengembangkan kemampuannya sendiri.

Kecerdasan Linguistik
  • Mampu membaca, mengerti apa yang dibaca.
  • Mampu mendengar dengan baik dan memberikan respons dalam suatu komunikasi verbal.
  • Mampu menirukan suara, mempelajari bahasa asing, mampu membaca karya orang lain.
  • Mampu menulis dan berbicara secara efektif.
  • Tertarik pada karya jurnalism, berdebat, pandai menyampaikan cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis.
  • Mampu belajar melalui pendengaran, bahan bacaan, tulisan dan melalui diskusi, ataupun debat.
  • Peka terhadap arti kata, urutan, ritme dan intonasi kata yang diucapkan.
  • Memiliki perbendaharaan kata yang luas, suka puisi, dan permainan kata.

Profesi: pustakawan, editor, penerjemah, jurnalis, tenaga bantuan hukum, pengacara, sekretaris, guru bahasa, orator, pembawa acara di radio / TV, dan sebagainya.

Kecerdasan Logika - Matematika
  • Mengenal dan mengerti konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat.
  • Mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek tersebut.
  • Pandai dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran logis.
  • Menikmati pekerjaan yang berhubungan dengan kalkulus, pemograman komputer, metode riset.
  • Berpikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti-bukti, membuat hipotesis, merumuskan dan membangun argumentasi kuat.
  • Tertarik dengan karir di bidang teknologi, mesin, teknik, akuntansi, dan hukum.
  • Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menjelaskan konsep dan objek yang konkret.

Profesi: auditor, akuntan, ilmuwan, ahli statistik, analisis / programer komputer, ahli ekonomi, teknisi, guru IPA / Fisika, dan sebagainya.

Kecerdasan Intrapersonal
  • Mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menyalurkan pikiran dan perasaan.
  • Termotivasi dalam mengejar tujuan hidup.
  • Mampu bekerja mandiri, mengembangkan kemampuan belajar yang berkelanjutan dan mau meningkatkan diri.
  • Mengembangkan konsep diri dengan baik.
  • Tertarik sebagai konselor, pelatih, filsuf, psikolog atau di jalur spiritual.
  • Tertarik pada arti hidup, tujuan hidup dan relevansinya dengan keadaaan saat ini.
  • Mampu menyelami / mengerti kerumitan dan kondisi manusia.

Profesi: ahli psikologi, ulama, ahli terapi, konselor, ahli teknologi, perencana program, pengusaha, dan sebagainya.

Kecerdasan Interpersonal
  • Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial.
  • Mampu merasakan perasaan, pikiran, tingkah laku, dan harapan orang lain.
  • Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain dan berkomunikasi dengan efektif, baik secara verbal maupun non-verbal.
  • Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kelompok yang berbeda, mampu menerima umpan balik yang disampaikan orang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
  • Mampu berempati dan mau mengerti orang lain.
  • Mau melihat sudut pandang orang lain.
  • Menciptakan dan mempertahankan sinergi.

Profesi: administrator, manager, kepala sekolah, pekerja bagian personalia / humas, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli psikologi, tenaga penjualan, direktur sosial, CEO, dan sebagainya.

Kecerdasan Musikal
  • Menyukai banyak jenis alat musik dan selalu tertarik untuk memainkan alat musik.
  • Mudah mengingat lirik lagu dan peka terhadap suara-suara.
  • Mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.
  • Senang mengumpulkan lagu, baik CD, kaset, atau lirik lagu.
  • Mampu menciptakan komposisi musik.
  • Senang improvisasi dan bermain dengan suara.
  • Menyukai dan mampu bernyanyi.
  • Tertarik untuk terjun dan menekuni musik, baik sebagai penyanyi atau pemusik.
  • Mampu menganalisis / mengkritik suatu musik.

Profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen orkestra, penyanyi, guru musik, penulis lirik lagu, dan sebagainya.

Kecerdasan Visual - Spasial
  • Senang mencoret-coret, menggambar, melukis dan membuat patung.
  • Senang belajar dengan grafik, peta, diagram, atau alat bantu visual lainnya.
  • Kaya akan khayalan, imaginasi dan kreatif.
  • Menyukai poster, gambar, film dan presentasi visual lainnya.
  • Pandai main puzzle, mazes dan tugas-lugas lain yang berkaitan dengan manipulasi.
  • Belajar dengan mengamati, melihat, mengenali wajah, objek, bentuk, dan warna.
  • Menggunakan bantuan gambar untuk membantu proses mengingat.

Profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, pilot, pematung, dan sebagainya.

Kecerdasan Kinestetik - Jasmani
  • Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran, perasaan, dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani objek.
  • Memiliki kontrol pada gerakan keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.
  • Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.
  • Senang menari, olahraga dan mengerti hidup sehat.
  • Suka menyentuh, memegang atau bermain dengan apa yang sedang dipelajari.
  • Suka belajar dengan terlibat secara langsung, ingatannya kuat terhadap apa yang dialami atau dilihat.

Profesi: ahli terapi fisik, ahli bedah, penari, aktor, model, ahli mekanik / montir, tukang bangunan, pengrajin, penjahit, penata tari, atlet profesional, dan sebagainya.

Kecerdasan Naturalis
  • Suka mengamati, mengenali, berinteraksi, dan peduli dengan objek alam, tanaman atau hewan.
  • Antusias akan lingkungan alam dan lingkungan manusia.
  • Mampu mengenali pola di antara spesies.
  • Senang berkarir di bidang biologi, ekologi, kimia, atau botani.
  • Senang memelihara tanaman, hewan.
  • Suka menggunakan teleskop, komputer, binocular, mikroskop untuk mempelajari suatu organisme.
  • Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.
  • Senang melakukan aktivitas outdoor, seperti: mendaki gunung, scuba diving (menyelam).

Profesi: dokter hewan, ahli botani, ahli biologi, pendaki gunung, pengurus organisasi lingkungan hidup, kolektor fauna / flora, penjaga museum zoologi / botani dan kebun binatang, dan sebagainya.

Kita semua berbeda karena kita semua memiliki kombinasi kepandaian yang berbeda. Bila kita mampu mengenalinya, saya kira kita akan mempunyai setidaknya sebuah kesempatan yang bagus untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi di dunia. - Howard Gardner

Selasa, 24 Januari 2012

Senin, 31 Oktober 2011

Hasil Seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2011

Oktober 31, 2011
 
 
 
 
 
 
Rate This
Kepeloporan merupakan akumulasi dari semangat, sikap dan kesukarelawan yang dilandasi kesadaran diri atas tanggungjawab sosial untuk menciptakan sesuatu dan/atau mengubah gagasan menjadi suatu karya nyata yang dilaksanakan secara konsisten, gigih yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diakui pemerintah.
Foto Bersama Pemuda Pelopor dan PSP-3 bersama pak Kusumo Priyono
Foto Bersama Pemuda Pelopor dan PSP-3 bersama pak Kusumo Priyono
Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan penghargaan kepada para pemuda-pemudi Bangsa Indonesia yang memiliki kepeloporan dan prestasi dimasyarakat dalam 5 bidang diantaranya bidang pendidikan, senibudaya dan pariwisata, kewirausahaan, teknologi tepatguna, dan kebaharian/kelautan. Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut dilakukan seleksi dari tingkatan paling bawah yaitu tingkat kabupaten, provinsi, dan baru tingkat nasional. Untuk bisa dinilai dan diikutkan menjadi kandidat peserta harus mendaftar dulu dan mengisi formulir serta melengkapi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.
Acara puncak dalam proses seleksi dan kegiatan peilihan pemuda pelopor tingkat nasional ini dilaksanakan pada bulan Oktober, khususnya pada hari Sumpah Pemuda. Untuk tahun 2011 ini dilakukan serangkaian acara dari tanggal 22-29 Oktober 2011 dengan rangkaian kegiatan ada Festival Pemuda dan Olahraga Indonesia (Indonesian Youth and Sport Festival) yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 22-23 Oktober 2011. Selanjutnya tanggal 25-29 Oktober berlanjut kegiatan seleksi pemuda pelopor dan PSP-3 Berprestasi Tingkat Nasional.
Berikut adalah hasil dari seleksi yang telah dilaksanakan :
Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan :
1.      THANTIEN HIDAYATI Provinsi Jawa Timur jenis Kegiatan “Mendirikan Komunitas AKSARA menggagas pendidikan suplemen terpadu (integrasi pendidikan karakter dan minat bakat untuk anak) di Kota Malang”
2.      HENGKI WAHYUDI, S.Pd. Provinsi Kalimantan Barat jenis Kegiatan “Media alat peraga interaktif etno-media”
3.      MUTIA SUKMA Provinsi D.I. Yogyakarta “Mendirikan kelompok belajar Rejowinangun”
4.      ANISAH, S.Pd. Provinsi Riau jenis Kegiatan “Membantu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya dengan membimbing mereka belajar dirumahnya dan membentuk bimbingan belajar tanpa dipungut biaya”.
5.      AYU HANDAYANING WIDOWATI, S.Pd. Provinsi Jawa Tengah “Merintis pendidikan kejar paket PEPES (Perangkat Desa dan Pengurus PKK) gratis 3 tahun melalui lembaga kursus dan Pelatihan (LKP) Srikandi Mandiri”
6.      RAISA CAMALIA Provinsi Kalimantan Tengah Jenis Kegiatan “Mendirikan Pos Kesehatan Pesantren sehingga santri pesantren dan masyarakat sekitar mendapatkan kunjungan bulanan, pengobatan dan konsultasi kesehatan gratis dari puskesmas kecamatan”.
7.      YAYAN SOPYAN, Jawa Barat “Mendirikan Rumah Singgah Anak-anak Jalanan”
8.      UMMI KALSUM, ST. Sumatera Selatan “Membuka Bimbel MIPA  dan Bahasa Inggris
9.       NANING WAHYUNINGSIH, S.Pd. DKI Jakarta “Mengadakan non remedial dan mengikuti kegiatan kursus memotong rambut martha tiar serta mendirikan kelompok bermain “Kutilang”.
Pemuda Pelopor Bidang Kelautan
1.      DITA RIONALDI, Provinsi Jawa Timur jenis Kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dengan Edukasi, Rehabilitasi Olahan Buah-buahan Mangrove untuk dijadikan Makanan, Minuman dan Obat-obatan.”
2.      BAHRONI DKI Jakarta “Forum Peduli Pulau (FPP)”
3.      SAHABUDDIN, Nusa Tenggara Barat “Ciptakan habitat baru rehabilitasi terumbu karang”
Pemuda Pelopor Bidang Teknologi Tepat Guna
1.      WAHYU ARROZI, ST Provinsi D.I.Yogyakarta Jenis Kegiatan “Pendirian Madanitec yaitu sentuhan teknologi diperlukan dalam pengelolaan sampah agar tidak merusak lingkungan”
2.      HENDI PERMANA Jawa Tengah “Budidaya Strawberry System Polybag Terbalik dan Pemberdayaan Pemuda”
3.      LALU RATNANTA Nusa Tenggara Barat “Merintis pembuatan pupuk organic dan kompos menggunakan bahan kimia pada tahun 2005”
4.      MUHAMMAD ABDUL QODIR ZAILANI Kalimantan Timur “Menciptakan e-con yaitu suatu alat Control Charger dan Control Inverter pelengkap lempeng solar cell”
5.      I KETUT MERTA  SEDANA Bali “Flow Proses Pekerjaan Bataran Batu Hitam”
6.      DENTY DYAN ZULFIYAH Sulawesi Selatan “Pemanfaatan limbah industri kayu sebagai bahan bakar alternatif di desa Langkea Raya. Kecamatan Towuti Kab. Luwu Timur)”
7.      ACHMAD CHUZAIVAH ICHSAN DKI Jakarta “Aplikasi teknik anyam rotan ke media kertas”
Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan
1.      I GEDE ANDIKA PRAYATNA SUKMA, SE Provinsi Bali Jenis Kegiatan “Industri uang kepeng Kamasan-Bali”
2.      ADIB ARIFIANTO Jawa Timur “Membuat Batik Djojo Koesumo”
3.      SUYONGKI SAPUTRA Sumatera Barat “Pemanfaatan lahan kritis bernilai ekonomis dengan budidaya serai wangi dan nilam”
4.      M. MALIKI Nusa Tenggara Barat “Merintis kegiatan wirausaha kerajinan tenun pada tahun 1996”
5.      SESILIA GOLAM Kalimantan Timur “Pembuatan kaos dengan desain khas Kalimantan”
6.      IMAM TARMIDI, S.Sos.i  Kalimantan Barat “Mendirikan KOPTAN KONTAK KHATULISTIWA UTAMA, merupakan lembaga ekonomi berasaskan kekeluargaan”.
7.      DEMI ARDI PAMUNGKAS D.I.Yogyakarta “Pengembangan Pembibitan Lele Sangkuriang”
8.      H. MUHAMMAD HAMZAH, S.Kom Jawa Tengah “Owner HAYE Batik Collection Pekalongan sejak 2007 -  sekarang”
9.      YUSRIL DKI Jakarta “Berwirausaha dan mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda untuk jadi kelompok binaan dan calon kelompok binaan”
10.  NURAITA Lampung “Pendiri Kelompok “Mawar Craft” yang mengembangan Sumber Daya Manusia khususnya anak putus sekolah”
Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya dan Pariwisata
1.      DODY EKA Provinsi Kalimantan Tengah Jenis Kegiatan “Mengembangkan sanggar-sanggar Seni antara lain Sanggar Inkai, Sanggar Tingang Tabela”
2.      MARIYANTO Sumatera Barat “Mengangkat, melestarikan dan mengembangan Seni Budaya Daerah”
3.      I WAYAN EKA MUSTIKA, SS Bali “Revitalisai Seni Kerajinan Topeng”
4.      SUGENG HANDOKO, S.T. D.I.Yogyakarta “Pengelolaan gunung api purba Nglanggeran menjadi kawasan ekowisata berbasis masyarakat”
5.      BATARI AYU SARASWATI GPMS, S.Sn. Jawa Tengah “Mendirikan Sanggar Pasopati “
6.      ASRIE GITHA ANDAYU Jawa Barat “Mendirikan Sanggar Ayodya Pala Puri Anggrek Mas”
7.      YURIYANSYAH Kalimantan Barat “Pengembangan Seni Budaya Musik Religi dan Membentuk Komunitas Nasyid Kalimantan Barat”
8.      MUHAMMAD NIZAR DKI Jakarta “Mengajak warga khususnya pemuda di wilayah RW 011 untuk belajar komputer khususnya memanfaatkan internet didalam memasarkan produk yang di hasilkan oleh teman-teman dan belajar membatik.”
PEMUDA SARJANA PENGGERAK PEMBANGUNAN DI PERDESAAN (PSP-3) BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2O11
1.      MAYA VALENTINA, S.TP Sumatera Barat “Pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan melalui pendirian taman bacaan masyarakat (TBM) Baitul Ilmi”
2.      CATUR WICAKSONO, S.Pi Jawa Tengah “Budidaya pembesaraan lele dan nila”
3.      RUSTAM S. Sos. Kalimantan Selatan “Membuka usaha ternak ayam kaldu”
4.      MARDIANA, S.Si Aceh “Budidaya Jamur Merang, dan Sulaman Benang dengan Tangan”
5.      KRISTINA SUSI, S. Hut Kalimantan Barat “Keripik Pisang Gulung dan Budidaya Kebun Pisang”
6.      KARTRIANA KARLY MANTIR, S.Pd. Kalimantan tengah “Bidang Insfrastruktur : Jalan, drainase, rumah sehat, wc sehat dll”
7.      SIGIT DIYAH PUSPITO, ST Bandar lampung “Usaha budidaya jamur tiram”
8.      SERLY MATHILDA JAMLEAN, S.Sos. Maluku “Tenaga penggerak dan pendamping bagi masyarakat desa untuk memberdayakan kelompok usaha rumput laut dll”
9.      BAIDATHUN FAUZIAH, ST, MT Nusa Tenggara barat “Mendirikan KUPP Ternak “MORI SAMA”dan KUPP Tenun “Mangge Maci”, Desa Runggu Kecamatan Belo Kab. Bima”
10.  I GUSTI MADE DWI GUNA, S.Pd. Bali “Pendampingan kelompok Usaha Pemuda Produktif Langgeng”
11.  MUHAMAMD YASIN, S.Sos.I D.I.Yogyakarta “Mendirikan KUPP Bhakti Mulia bersama pemuda diwilayah tugas yang bergerak pada bidang mebel dan handycraft kayu sisa/limbah dan perbengkelan motor”
12.  SARI RIZKI SUGIANCY, S.Pd. Bandar lampung “Budidaya jamur tiram dan taman baca Cendekia”
13.  HENDIK EKA PRASETYA  Jawa Timur “Usaha Sapu Penebah, Penggemukan Kambing Etawa dan Sapi serta Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi”
14.  MUHAMMAD JAFAR, SH Sulawesi Selatan “Pendidikan  (Pemberantasan buta aksara) dan pengembangan usaha gula serta limbah aren”
15.  ANA SUFIYANA, SP Banten “Peningkatan Kesejahteraan ekonomi masyarakat desa Baluk dan Grabadan melalui koperasi simpan pinjam”
16.  SAMSUL BASRA, S.HI. Maluku Utara “Buka lahan 1,5 hektar untuk menanam cabe rawit, sayur mayur dan jagung”
Dari seleksi dan kegiatan yang telah dilaksanakan juga lahir sebuah Forum Pemuda Pelopor dan PSP-3 Tahun 2011. Forum ini diharapkan sebagai sebuah organisasi untuk wadah bagi para pemuda pelopor dan PSP-3 untuk bisa tetep terjalin jaringan dan komunikasi. Berikut susunan kepengurusan yang telah terbentuk saat pemilihan di Hotel Savoy Bandung, 27 Oktober 2011.
Ketua Umum                                    : Sugeng Handoko, S.T. dari Provinsi D.I.Yogyakarta
Koord.Indonesia bag.barat  : MAYA VALENTINA, S.TP dari Sumatera Barat
Koord.Indonesia bag.Tengah: HENGKI WAHYUDI, S.Pd. dari Kalimantan Barat
Koord.Indonesia bag.Timur : I WAYAN EKA MUSTIKA, SS dari Bali dan SERLY MATHILDA JAMLEAN, S.Sos. dari Maluku
Semoga apa yag telah dikerjakan para pemuda pelopor dan PSP-3 dapat berlanjut dan memberikan manfaat serta kesejahteraan masyarakat. Amin….
Pemuda ……. MAJU……!!!!
Siapa Kita….. INDONESIA….!!!
Indonesia…… JAYA……!!!!
NKRI…… HARGA MATI….!!!
Sekali Pelopor…… TETAP PELOPOR……
Tetap Semangat dan terus Berkarya…!!! (Sugeng Handoko)-Hengki wahyudi Ketua korwil Kalimantan

 
Powered by Blogger